Taaruf Berujung Menikah

tulisan aliansera - taaruf hingga menikah prosesi akad nikah aliansera

 

 

 

Tulisanaliansera.com – Menikah merupakan menyatukan dua insan (pria dan wanita) dalam ikatan yang sah menurut hukum dan agama. Menikah identik dengan keberanian seorang pria untuk lebih serius terhadap wanita yang disukainya atau disayanginya. Menikah menggambarkan kehidupan yang akan dijalani lebih serius untuk jangka waktu yang lebih lama. Dalam proses menuju pernikahan, tak banyak pria yang lebih berani dalam tindakan ini. Karena alasan utama mereka adalah ketidaksiapan dalam materi maupun moril. Ada beberapa dari mereka lebih memilih untuk berpacaran, dan bahkan ada dari mereka menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk hal ini. Padahal banyak sekali manfaat yang didapat jika sudah menikah. Didalam agama islam, tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Yang ada hanyalah proses taaruf tapi proses ini tidak langsung bertemu dua insan tanpa mahramnya. Taaruf lebih dominan mengenalkan seseorang untuk jenjang yang lebih serius. Dalam arti kata jika tidak ada kesesuaian maka jawaban resminya adalah berakhir dan jika ada kesesuai maka kelanjutan adalah menikah. Seperti yang saya rasakan, saya mengenal seorang wanita melalui media sosial (facebook). Awalnya tidak ada niat untuk menikahi wanita ini, hanya sekedar membalas pesan singkat darinya melalui messenger. Perkenalan kami dimulai saat saya mengirim foto wisata anambas di beranda saya, tiba-tiba pada 8 April 2018 seorang wanita mengirimkan pesan singkat kepada saya. “Assalamualaikum..Maaf kalau boleh bertanya .. foto sampul nya.. berenang dimna. Bening air nya ?“. Pesan ini lantas membuat saya berpikir untuk melihat foto-foto wanita ini untuk mengetahui siapa yang mengirimkan saya pesan. Tapi tidak saya dapati foto wanita ini difacebook, karena di facebook wanita ini tidak meletakkan fotonya. Pada 10 April 2018 dan merupakan tanggal kelahiran saya, saya membalas komentar dari wanita ini.”Walaikumsalam.. Maaf baru kebaca, Di Kepulauan Anambas“. Ternyata ini merupakan awal dari percakapan kami. Tak banyak yang dibahas dalam percakapan singkat messenger facebook hanya seputaran wisata anambas. Terbesit dalam benak saya untuk memberikan nomor handphone kepada wanita ini, jika kemudian hari berkeinginan berkunjung ke anambas. “Main aja ke anambas.. Dri pinang brgkatnya, Hubungi aja saya mbak 085271939490 kalau ada yg kurg paham untuk transportasi ke anambas“. Lantas jawaban dari wanita ini bahwa ada ketidakyakinan untuk pergi karena tidak dikasi oleh orangtuanya. “Siap….Trimakasih..Tapii masihh lama. ngguin diajakin yg halal“. Jawaban penutupku dalam percakapan singkatku ini hanyalah sebuah doa untuknya dan nasehat singkat. “Kita ngak tau kedepannya.. Mungkin aja tiba tiba besok ada yg ngajak.. .

Baca Juga :  Kegagalan dalam Usaha, Ada Kemungkinankah Buat Bangkit Kembali ?

 

Ternyata nasehat yang saya berikan kepadanya itu merupakan awal saya mengajaknya untuk ke anambas. Berikut foto-foto saya dan istri saya berkunjung ke anambas setelah saya menikah.

Itu merupakan beberapa foto kami berdua sebagai pasangan suami istri tahun 2018. Sebelumnya, melanjutkan cerita saya pada pertemuan awal. Setelah nomor handphone saya diberikan kepada wanita itu, beberapa hari kemudian muncullah pesan singkat yang hanya isinya titik saja. Ternyata wanita ini mencoba menghubungi saya untuk memastikan nomor handphone saya benar-benar aktif. Setelah pesan singkat itu saya baca, selanjutnya saya pun melanjutkan pembicaraan singkat melalui whatsapp bersama nomor yang tidak saya kenal. Setelah beberapa waktu barulah saya tau ternyata nomor yang mengirimkan pesan singkat itu merupakan wanita yang pernah saya chat waktu lalu. Didalam pesan singkat whatsapp ini, kami membahas hal tentang pengalaman, berbagi cerita tentang hal-hal yang layak untuk diceritakan dan diketahui. Tak butuh waktu lama saya mengenalnya, dan rasa hati juga mulai suka akan wanita ini walaupun saya tak mengenal sosok seperti apa wanita ini. Tepat pada 21 April 2018, saya bercerita dengan kakak ipar saya yang ada ditanjung balai karimun tentang wanita ini dan meminta tolong untuk memastikan seperti apa wanita yang saya chat dalam beberapa hari belakangan ini. Tepat pada 23 April 2018, kakak ipar saya dan wanita ini melakukan pertemuan di warung mie ayam untuk saling bercerita dan mengenal. Tepat malamnya, kakak ipar saya memberitahukan tentang kepribadian wanita yang dilihat langsung olehnya. Tak butuh waktu lama tepat pada 29 April 2018, saya meminta abang dan kakak ipar saya untuk berkunjung dan bertemu dengan orang tua wanita ini. Dan pastinya membicarakan sesuatu yang lebih serius terhadap hubungan saya dan wanita ini. Memang sebelumnya, saya sempat mengatakan kepada wanita ini bahwa saya tertarik kepadanya walaupun saya tak pernah melihat wajah atau sosoknya. Saya menyukainya karena Allah. Setelah perundingan dari keluarga, dapatlah keputusan bahwa keluarga mengharuskan untuk saya dan wanita untuk saling melihat kondisi keluarga masing-masing, dalam arti kata lebih mengenal secara langsung bukan melalui pesan online. Pada 16 Mei 2018, saya memutuskan untuk berkunjung ke Tanjung Balai Karimun setelah beberapa bulan tidak kembali. Alasan utama saya adalah untuk melihat wanita yang saya kenal melalui pesan singkat lalu. Kami mulai membuat janji bertemu di sebuah Cafe, waktunya cukup singkat pertemuan ini. Terlebih lagi pada waktu itu hujan cukup lebat dan saya mampir ke mesjid untuk sholat ashar. Sedangkan dia tidak bisa bergerak dari rumahnya karena hujan yang cukup lebat waktu itu. Sekitar pukul 4 sore saya dan wanita ini bisa bertemu untuk saling berbicara, tak butuh waktu lama. Kurang lebih 1 jam pertemuan itu sudah mendapatkan hasil. Kami sudah saling cocok untuk lebih serius lagi. Kedatangan saya pada waktu ini memang tak lama, karena izin sebentar dengan alasan acara keluarga. Pada 8 Juni 2018, saya kembali kedua kalinya untuk bertemu keluarganya. Awalnya hanya bertemu dengan wanita ini saja, pada bulan juni ini keluarganya berkeinginan untuk bertemu dengan saya. Tepat juga pada waktu ini adalah hari raya idul fitri, kami saling berkunjung ke keluarga masing-masing dengan hajat untuk mengenalkan pasangan dan memberitahukan bahwa kami akan menikah pada agustus 2018 nantinya. Setelah beberapa hari di Tanjung Balai Karimun, saya pulang kembali ke anambas pada 20 Juni 2018 dan diantar pulang oleh wanita ini. Pada 04 Juli 2018, saya datang untuk penataran menikah. Karena memang awalnya rencana agustus, tapi karena sesuatu hal kami dipercepat untuk menikah. Tepat pada 08 Juli 2018, saya dan wanita ini menikah.
tulisan aliansera - taaruf hingga menikah prosesi akad nikah aliansera
 Prosesi Akad Nikah saya di Rumah Mempelai Perempuan
Itulah kisah singkat saya dan wanita yang sekarang menjadi istri saya. Alhamdulillah prosesnya selalu dipermudah hingga saya menikah. Alhamdulillah Allah selalu membantu kami untuk menyegerakan menikah.

Baca Juga :  Berkunjung ke Celosia Garden, Taman Bunga Hits di Tanjung Balai Karimun

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Saya !