Dampak Gadget Bagi Anak

Dampak Gadget Bagi Anak Usia Dini




Tulisanaliansera.com – Perkembangan teknologi informasi (IT) dimasa sekarang (zaman now) sangat pesat, kita lihat saja di televisi, media online, media sosial banyak sekali informasi terkait perkembangan dunia Teknologi dan Informatika. Seperti halnya gadget, perkembangannya juga sangat pesat, seperti berbagai jenis handphone terbaru selalu bermunculan, terkadang kita sendiri tidak mampu untuk mengikutinya, perkembangan laptop / pc, media player, kamera, dsb.

Penggunaan Ponsel dan Media Sosial

Dengan meningkatnya perkembangan gadget, membuat pengguna gadget juga mengalami peningkatan. Seperti dikutip dari ejournal stikespku bahwa penggunaan gadget di Indonesia tahun 2012 lalu mencapai angka 120% dari pada tahun sebelumnya. Menurutnya perkembangan ini memiliki dampak yang positif dan dampak negatif terhadap penggunanya, terkhusus untuk anak usia dini. Sedangkan untuk tahun 2017 lalu, menurut katadata pengguna ponsel saja mencapai 142% dari populasi masyarakat Indonesia.

Dari Grafik diatas, kita bisa melihat bagaimana pengguna ponsel terdaftar melebihi dari jumlah populasi masyarakat indonesia (karena memang ada yang menggunakan lebih dari satu kartu). Data diatas baru menjelaskan penggunaan ponsel terdaftar, bagaimana jenis gadget lainnya yang tidak terdaftar atau hanya sebagai media untuk bermain anak.

Survei Penggunaan Gadget

Dokter anak asal Amerika Serikat Cris Rowan menjelaskan bahwa harus ada pelarangan penggunaan gadget pada anak usia dibawah 12 tahun, sebab tak sedikit penelitian yang membuktikan bahwa banyak dampak negatif yang dihasilkan oleh gadget.

Asosiasi Dokter Anak di Amerika Serikat dan Kanada menekankan bahwa orang tua harus tegas tidak memberikan gadget pada anak usia 0-2 tahun. Dan untuk anak 2-5 tahun harus dibatasi satu jam perhari dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Memang selain dampak negatif yang dihasilkan, terdapat juga dampak positif dari gadget jika penggunaannya tidak terlalu diporsir.




Penggunaan gadget zaman sekarang

Pada zaman sekarang ini berbagai game bisa diakses melalui ponsel yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Jika anak bisa melakukan instal game yang mengandung kekerasan dan tidak ada kontrol dari orang tua hal ini bisa saja memancing agresif pada anak dan pastinya anak akan mengalami kecanduan terhadap hal tersebut. Jika ini diteruskan, maka akan menjadi kebiasaan yang susah dihilangkan.

Banyak dampak seperti pola hidup anak kurang teratur, tidak bisa mengatur waktu karena sibuk untuk menyelesaikan misi-misi pada game, serta kurangnya minat akan makan terlebih lagi minat untuk belajar.

Sepengetahuan saya, dalam proses saya belajar waktu kuliah lalu. Game memang dibuat untuk membuat pemain merasa tertantang dan merasa harus menyelesaikan misinya dalam segera. Terkadang ada waktu yang disiapkan untuk menyelesaikannya. Sehingga anak juga akan mengikuti intruksi yang diberikan oleh game sehingga dampak negatif bisa saja terjadi.

Selain game / permainan, banyak sekali hal lain yang bisa dikerjakan di gadget seperti mendengarkan musik, browsing di internet, dan sebagainya. Karena kita ketahui jenis gadget itu bermacam-macam bukan hanya sebuah ponsel saja.

Jadi kesimpulan dari tulisan saya ini,

peran orang tualah yang lebih tegas dalam mengatur penggunaan gadget khususnya ponsel untuk perkembangan anak. Selain itu orang tua harus mengajarkan kebiasaan baik dalam penggunaan ponsel di lingkungan keluarga, jangan sampai orang tua yang kecanduan terhadap ponsel / gadget sehingga lupa untuk mengontrol penggunaan pada anaknya.




Baca Juga :  BASED RFID SNACK CARD - Pengontrol Jajanan Anak di Sekolah

28 Comments

  1. Emang perlu banget sih ngontrol penggunaan gadget. Ga cuma ke anak-anak, ke diri sendiri juga perlu. Bisa buat lupa semuanya ampe segala deadline :))

  2. Bener bgt ini. Makanya Aal saya batasi 10-15 menit aja maksimal per hari. Itu juga pke aplikasi belajar lulus sensor umi abinya.. tp ini tdk tiap hari juga. Saya lbh ikhlas rumah berantakan krn mainan drpd rapih tp dia bersama gadget..

  3. Anak2 saya hampir kecanduaan gadget juga, tapi cepat saya batasi, hanya boleh main, itupun nrngok yutub upin-ipin , sekali saja, habis tu hp langsung saya sita.

  4. Bener banget bahkan Ada anak kecil sudah pakai Kacamata Dan ngeliat layar ponsel dekat banget… Mak mank mesti memberikan batasan pada anak. No gadget bagi anak kecil

  5. Good friendly warning ni tulisan. Saya juga sangat membatasi penggunaan gadget ke anak, paling seminggu sekali mereka pegang ipad nonton youtube. Selebihnya kudu main yang fisik (mainan non maya) yang saya sediakan di rumah. Orangtua sekarang kudu hati-hati juga, jangan berupaya membatasi anak main gadget tahunya mama-papanya yang kecanduan gadget… hehehe

  6. Masalah gadget ini memang tantangan banget bagi orangtua zaman now. Apalagi, kalau anak-anak sudah terlanjur mengenal benda yang satu ini plus fasilitas youtube. Kami biasa menerapkan sistem sita kalau anak-anak sudah mulai melanggar kesepakatan. Alhamdulillah, sejak sekolah intensitas anak-anak main gadget mulai berkurang, minimal selama anak berada di sekolah. PR banget untuk mengurangi kebiasaan anak tergantung pada gadget.

  7. Dulu hampir kebablasan juga. Alhamdulillah, sekarang pahamnya kalau nonton youtube itu mesti pake kuota, jadi hanya di rumah opa-oma yang ada wifi bisa lancar jaya. Selebihnya ga inget gadget kalau dah main biasa

  8. Anak sy nonton youtube tp udah disaring
    Jd yg tampil hanya tontonan anak.
    Bermanfaat sih..bahkan dia cepat tahu sesuatu.
    Mmg jadwal nonton youtube paling 2 jam sehari, itu juga dilakukan malam .
    Karena seharian dr pagi sampe sore dia di sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Saya !